Home » Kisah Inspirasi » Detil

Jumat, 14 September 2018

Reach For The Best

Sudah 8 tahun Hafshah Nabila bergabung dengan Special Olympics Indonesia. Berawal dari tawaran Pak Siman, salah seorang guru di sekolahnya yang mengajak Nabila bergabung di SOIna. Di sanalah ia mengenal olahraga bocce. Olahraga khusus yang didesain untuk penyandang disabilitas intelektual dimana atlet menggulirkan bola sedekat mungkin dengan pallina (bola putih sebagai sasaran) agar dapat mengumpulkan skor sebanyak mungkin.

Selama bergabung dengan SOIna, Ibu Nurhayati, Ibunda dari Nabila mengatakan bahwa Nabila selalu bersemangat untuk latihan tiap Sabtu pagi di Velodrome, Rawamangun. Ibunya menambahkan bahwa Nabila tidak pernah bolos kecuali sakit dan ada urusan kampus.

Ibu Nurhayati juga menambahkan selama bergabung dengan SOIna, banyak kemajuan yang diperlihatkan putrinya. Salah satunya adalah ia lebih mandiri.

“Selama ikut SOIna, banyak banget perubahan dari Nabila. Lebih mandiri, cara jalannya lebih baik, dan badannya tambah gede” ungkap Ibu Nurhayati diiringi gelak tawa.

Berkat rajin dan semangatnya berlatih, mengantarkan Nabila memperoleh banyak medali baik nasional maupun internasional yaitu medali emas dan perunggu pada Special Olympics Asia Pasific Games 2013, medali emas dan perak pada Pekan Olahraga Nasional di DKI Jakarta tahun 2010, medali perunggu pada Pekan Olahraga Nasional di Makassar tahun 2014, dan terakhir ia memperoleh medali emas dan perak pada Pekan Olahraga Nasional di Riau tahun 2018.

Karena prestasinya tersebut, tak heran kalau Nabila terpilih menjadi salah satu atlet yang mewakili Indonesia untuk berkompetisi di SOWSG, Abu Dhabi 2019 mendatang. Ia akan turun di nomor single dan mix double.

Ibu Nurhayati mengatakan bahwa sebelumnya ia tidak menyangka Nabila akan terpilih untuk berkompetisi di Abu Dhabi. Ia mengaku sangat bangga atas pencapaian anaknya tersebut.

“Saya bukan senang lagi, langsung sujud syukur waktu dapat informasi melalui whastapp dari Kak Pipit, salah satu pelatih SOIna. Saya nggak mengira setelah sebelumnya Nabila belum berkesempatan mewakili Indonesia pada SOWSG 2015 di LA, Amerika Serikat, akhirnya sekarang bisa terpilih ke Abu Dhabi 2019” ungkap ibunya dengan perasaan bangga.

Saat dimintai komentar tentang pelatnas yang akan dilaksanakan kurang lebih 3 bulan, Ibu Nurhayati mengaku tidak merasa khawatir karena sebelumnya Nabila sudah memiliki pengalaman pelatnas saat akan berkompetisi di tingkat regional tahun 2013 lalu di Australia.

“Tidak apa-apa. Saya percaya Nabila bisa mandiri. Kalau saat kompetisi di Australia kemarin kurang lebih 2 bulanan dengan kepulangannya dari Australia. Selama 2 bulan lalu, Nabila termasuk anak yang tidak rewel walaupun nggak ditengok sama keluarganya. Di Riau kemarin pun saya nggak ikut, karena saya mau melatih anak saya jadi mandiri. Kalau saya ikut terus, nanti akan selamanya anak ini bergantung sama saya. Jadi saya percayakan Nabila ke pelatihnya,” cerita Ibunya.

Untuk persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional, Nabila mengaku belum menambah jadwal latihannya. Namun ia berharap dapat memberikan hasil yang terbaik serta memperoleh pengalaman dari kompetisi tersebut.

Di akhir perbincangan, Nabila berharap dari kepulangannya dari Abu Dhabi dapat membagi ilmu kepada teman-teman disabilitas intelektual lainnya agar dapat memiliki kesempatan seperti dirinya untuk berprestasi di seperti dirinya. Sesuai dengan cita-citanya ingin menjadi seorang pelatih bocce.

“Nabila mau jadi pelatih bocce nanti, supaya bisa membagi ilmu buat teman-teman dan bantu teman-teman disabilitas intelektual lainnya biar bisa berprestasi,” ungkapnya. (oak)

Our Partner:

Special Olympics Indonesia

Gedung DNIKS , 3rd floor - Jl. Tanah Abang Timur, No. 15 - Jakarta Pusat 10110
Telp: +62 (21) 3800501 - Fax: +62 (21) 3846556

Webmail Facebook Twitter Hubungi Kami Kebijakan Privasi Syarat Penggunaan

© 2019 Special Olympics Indonesia