Home » Kisah Inspirasi » Detil

Jumat, 20 September 2019

Perenang Yang Sayang Amak

Sebelum berlaga di Special Olympics World Games 2019 di Abu Dhabi Maret lalu, Refel Andre adalah seorang pekerja kebun. Anak pertama dari lima bersaudara ini berasal dari Padang, Sumatera Barat.

Awalnya, menjadi atlet tidak pernah terbersit dalam pikirannya. Namun, Refel mengaku sudah menyukai olahraga renang sejak kecil. Biasanya, Refel berenang di sungai dekat rumahnya.

Pada usia yang sangat muda, Refel sudah harus kehilangan sosok Ayah dan membuatnya harus mengambil keputusan besar untuk putus sekolah di bangku SD. Refel memilih untuk membantuk Amak (panggilan Ibu) mencari nafkah. Segala pekerjaan telah ia lakukan seperti menjadi petani, tukang kebun, hingga kuli bangunan.

Refel mengaku bahwa ia memilih jalan tersebut demi membantu Amak. Apalagi, Refel juga memiliki 2 adik penyandang autis. Refel mengungkapkan bahwa ia kurang dalam pelajaran namun dia memiliki tenaga untuk membantu menghidupi keluarganya.

“Kasian Amak, makanya saya harus bantu amak. Kasian juga adik-adik nggak ada yang jaga,” ucapnya.

Walaupun bekerja, Refel tidak pernah melupakan hobinya berenang. Tiap pulang bekerja, dia selalu menyempatkan diri nyemplung ke sungai. Hingga sampai pada saat dia mulai bersekolah lagi, seorang guru menawarkannya untuk ikut latihan dengan club renang yang gurunya pimpin. Dari sanalah jalan menjadi seorang atlet renang terbuka. Refel mulai rutin berlatih di kolam renang dan beberapa kali mengikuti kompetisi olahraga.

Dalam riwayatnya. Refel mengaku sudah 4 kali mengikuti kejuaraan tingkat nasional. Pada 2018 ini untuk pertama kalinya Refel berhasil memperoleh medali emas pada Pekan Olahraga Nasional Ke-8 SOIna 2018 (PORNAS VIII SOIna 2018) dan berhasil terpilih untuk mewakili Indonesia di Special Olympics World Games 2019 di Abu Dhabi UEA bersama dengan Falma, atlet renang lainnya.

Sayangnya saat kompetisi tiba, Refel yang turun di 50 meter gaya bebas divisi M15 kurang beruntung karena terkena diskualifikasi. Ia sebenarnya mencatat waktu tercepat 29,79 detik, tapi hal itu malah membuatnya dicoret dari lomba karena melanggar regulasi 15 persen maximum effort dari catatan waktu saat divisioning atau catatan waktu terbaik. Saat divisioning, Refel mencatat waktu 36,86 detik.

Dia membalas kegagalan di kompetisi berikutnya. Refel belajar banyak dari sebuah kesalahan dan berhasil untuk tidak larut dalam kesedihan pasca diskualifikasi tersebut. Ia berhasil membuktikan dengan bangkit dan meraih posisi terbaik di ajang tersebut.

Di nomor lomba selanjutnya, Refel kembali tampil di nomor 100m gaya bebas. Kali ini, ia berhasil memberikan hasil terbaik dengan meraih medali emas dengan mencatat waktu 1 menit 8 detik.

 

Our Partner:

Special Olympics Indonesia

Gedung DNIKS , 3rd floor - Jl. Tanah Abang Timur, No. 15 - Jakarta Pusat 10110
Telp: +62 (21) 3800501 - Fax: +62 (21) 3846556

Webmail Facebook Twitter Hubungi Kami Kebijakan Privasi Syarat Penggunaan

© 2019 Special Olympics Indonesia