Home » Berita Pusat » Detil

Senin, 11 Februari 2019

Rilis: SOIna Kerjasama dengan Prodia Lakukan Tes Kesehatan Jelang Special Olympics World Games Abu Dhabi 2019

Jelang Special Olympics World Games, SOIna bekerjasama dengan Prodia melakukan pemeriksaan kesehatan untuk atlet dan pelatih Special Olympics Indonesia di Rusunawa Kampus B Universitas Negeri Jakarta, Jakarta Timur, Kamis (7/2).

Pemeriksaan Kesehatan merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan tiap kontingen SOIna yang akan mengikuti kompetisi tingkat dunia guna mengetahui kebugaran para atlet dan pelatih yang meliputi pemeriksaan darah, pemeriksaan urine, dan pemeriksaan mata yang disediakan oleh Prodia, pemeriksaan kesehatan umum oleh dr. RR. Boedi Soeprapti, dan pemeriksaan jantung oleh dr. Rora Asyulia.

Perlu diketahui, SOIna bekerjasama dengan Prodia menggelar pemeriksaan kesehatan menjelang keberangkatan kontingen ke Special Olympics World Games. Kerjasama ini bukan kali pertama terjalin. Sebelumnya, pada 2015 lalu, Prodia juga memfasilitasi tes kesehatan atlet dan pelatih SOIna pada pelatnas Special Olympics World Summer Games Los Angeles, Amerika Serikat.

dr. RR. Boedi Soeprapti selaku Kepala Bidang Kesehatan Special Olympics Indonesia menjelaskan, selain berguna untuk mengetahui kebugaran atlet, tujuan dari pemeriksaan ini juga untuk mengetahui adanya konsumsi obat lama sampai adanya alergi terhadap obat yang dialami atlet maupun pelatih. Apalagi, atlet penyandang disabilitas intelektual rentan terhadap penyakit bawaan seperti kelainan jantung, paru-paru, dsb.

“Kalau dari rekam medis, kita bisa tau ada kelainan jantung atau tidak. Yang paling penting pada atlet sih biasanya apakah dia ada pemakaian obat yang lama, apakah ada alergi obat, itu yang penting sekali. Kemudian apakah dia memiliki penyakit keturunan atau penyakit bawaan salah satunya kelainan jantung misalnya. Tp kalau atlet SOIna, kita fokuskan untuk cek kondisi mereka sehingga mereka siap untuk bertanding tanpa ada yang cedera,” ungkap dr Budi.

dr. Budi menambahkan, selama pengalamannya memeriksa kondisi kontingen SOIna, tidak pernah ia menemukan atlet yang memerlukan penanganan khusus. Menurutnya, atlet-atlet disabilitas intelektual jarang sekali tersentuh obat.

“Selama ini nggak ada atlet yang perlu penanganan khusus. Bahkan penanganan mereka Cuma mental aja. Mereka lebih kuat daripada atlet normal loh. Jarang sekali tersentuh obat, kalau sakit hanya diberi motivasi dari pelatih atau atlet lainnya,” ujar dr. Budi.

 

Our Partner:

Special Olympics Indonesia

Gedung DNIKS , 3rd floor - Jl. Tanah Abang Timur, No. 15 - Jakarta Pusat 10110
Telp: +62 (21) 3800501 - Fax: +62 (21) 3846556

Webmail Facebook Twitter Hubungi Kami Kebijakan Privasi Syarat Penggunaan

© 2019 Special Olympics Indonesia