Home » Berita Pusat » Detil

Senin, 11 Maret 2019

Divisioning, Pembeda Special Olympics dengan Paralimpik

Senin, 11 Maret 2019 – Salah satu perbedaan mendasar dari kompetisi Special Olympics dengan kompetisi untuk atlet elit adalah atlet dari semua tingkat kemampuan didorong untuk berpartisipasi, dan setiap atlet dihargai untuk usahanya. Meski begitu, Special Olympics juga memastikan para atlet berkompetisi secara adil dan setara lewat sebuah proses yang disebut divisioning.

Lalu, bagaimana cara kerja divisioning?

“Divisioning adalah babak kualifikasi berdasarkan kemampuan, usia, dan jenis kelamin. Diharapkan pada babak final seluruh peserta memiliki kemampuan yang sama untuk berkompetisi,” ujar pengurus Special Olympics Indonesia, Amran Siregar.

Pembagian berdasarkan kemampuan, kelompok usia, dan gender merupakan peraturan dasar dalam divisioning. Dengan divisioning, kompetisi akan berlangsung dalam beberapa kelompok umur.

Sebelum kompetisi dimulai, catatan waktu, skor, atau penilaian kemampuan harus didaftarkan untuk setiap atlet atau tim. Untuk cabang olahraga permainan atau tak terukur, seperti sepakbola, bulutangkis, atau senam, akan dilakukan serangkaian pertandingan pendek untuk mengukur kemampuan. Penilaian kemampuan seorang atlet atau sebuah tim juga bisa dilakukan oleh sebuah komite.

Setelah itu, pembagian kelompok dilakukan berdasarkan informasi tentang tingkat kemampuan setiap atlet agar setiap kelompok terdiri dari sejumlah atlet yang memiliki kemampuan yang kurang lebih sama. Setiap kelompok akan terdiri dari minimal tiga atlet atau tim dan maksimal delapan atlet atau tim.

Untuk memastikan tidak terjadi perbedaan kemampuan yang signifikan, perbedaan antara tim atau atlet dengan kemampuan terbaik dan tim atau atlet dengan kemampuan terendah tidak boleh lebih dari 15 persen.

Pembagian kelompok berdasarkan kemampuan ini membuat kompetisi Special Olympics makin menarik dan berarti baik untuk atlet dan penonton karena memastikan kompetisi berjalan adil dan memberdayakan

Special Olympics World Summer Games 2019 berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 14-21 Maret. Gelaran ini akan diikuti oleh 190 negara, 7.500 atlet, 3.000 atlet, dan sekitar 20.000 relawan.

Kontingen Special Olympics Indonesia, SOIna, mendapat dukungan dari BNI, Etihad Airways, Kemenpora, dan Disorda DKI. Informasi tentang Special Olympics Indonesia dan perkembangan dari Kontingen Indonesia di Special Olympics World Summer Games 2019 bisa dilihat di situs web resmi SOIna, soina.id, laman Facebook Special Olympics Indonesia, akun Twitter @PPSOIna, dan Instagram @soindonesia.

Lainnya:

Senin, 14 Agustus 2017
SOIna Event: Family Training

Our Partner:

Special Olympics Indonesia

Gedung DNIKS , 3rd floor - Jl. Tanah Abang Timur, No. 15 - Jakarta Pusat 10110
Telp: +62 (21) 3800501 - Fax: +62 (21) 3846556

Webmail Facebook Twitter Hubungi Kami Kebijakan Privasi Syarat Penggunaan

© 2019 Special Olympics Indonesia