Home » Berita Pusat » Detil

Rabu, 13 Maret 2019

Jaga Mood, Kunci Penampilan Atlet SOIna di World Games 2019

Rabu, 13 Maret 2019 – Menjaga kondisi emosi para atlet menjadi salah satu hal penting yang harus dilakukan para pelatih Kontingen Special Olympics Indonesia yang berpartisipasi di Special Olympics World Games 2019, yang berlangsung di Abu Dhabi, 14-21 Maret.

Dengan kondisi emosi yang baik, para atlet penyandang disabilitas intelektual bisa tampil dengan baik dan percaya diri sehingga bisa mendapatkan hasil yang juga lebih baik.

Hal itu terjadi saat divisioning cabang olahraga bocce. Dua atlet SOIna yang ambil bagian, Muhammad Febredy dan Hafshah Nabila, bermain dengan baik dan memperoleh hasil yang jauh lebih bagus daripada pencapaian terbaik mereka sebelumnya. Febredy mendapat total skor 448, sementara Nabila mendapat skor 507.

“Di Pornas lemparan terbaik Febredy di atas 500, sementara Nabila di atas 800. Ini karena lapangan di sini sama seperti di pelatnas, memakai rumput sintetis. Selain itu, mood mereka juga sedang bagus. Sekarang tinggal bagaimana menjaga mood mereka hingga hari pertandingan,” kata pelatih bocce, Suci Noor Rahmawaty, Rabu (13/3).

Suci mengatakan kunci utama performa para atlet adalah menjaga kondisi emosi mereka. Salah satu caranya adalah dengan menjaga agar mereka tidak terlalu lelah karena kelelahan bisa membuat kondisi emosi mereka menurun.

“Itu yang dialami saat program Host Town. Karena acara yang padat, mereka jadi lelah dan mood-nya turun. Saat pelatnas, Febredy juga tidak mau ikut jalan-jalan ke Ragunan. Waktu mau pergi, dia keluar kamar dengan koyo ditempel di jidat. Dia tidak suka pergi,” ujar Suci lagi.

Setelah usai menjalani divisioning, Febredy dan Nabila sempat mengikuti berbagai aktifitas yang tersedia di venue Abu Dhabi National Exhibition Center (ADNEC). Febredy bahkan mendapat pujian dari petugas yang membantu mereka di aktifitas tersebut karena menunjukkan kesabaran yang tinggi.

Meski mengalami disabilitas intelektual, Febredy sangat rapi dan juga selalu bersemangat saat bertanding, kata Suci.

Grogi juga dirasakan para atlet Special Olympics Indonesia, yang mendapat dukungan dari BNI ini. Atlet tenis meja, Heri Septiawan dan Yunika Pujiastika, mengaku grogi menghadapi kompetisi di World Games. Tapi, mereka sudah mendapat cara untuk melepaskan ketegangan dari sang pelatih, Tiyas Vegariani.

“Saya bersemangat, tapi juga grogi. Untuk mengatasi grogi, saya teriak supaya groginya hilang,” kata Heri, yang bermain tenis meja sejak umur 8 tahun.

Heri dan Yunika akan turun di kelompok umur 22 tahun, tapi mereka masih menunggu hasil divisioning yang akan diumumkan pada Jumat (15/3).

Kontingen Special Olympics Indonesia mengirimkan 68 atlet, yang terdiri dari 54 atlet special Olympics dan 14 unified partner, ke Special Olympics World Summer Games di Abu Dhabi, yang akan berlangsung 14-21 Maret 2019. Gelaran tahun ini diikuti oleh 190 negara, 7.500 atlet, 3.000 atlet, dan sekitar 20.000 relawan.

Kontingen Special Olympics Indonesia, SOIna, mendapat dukungan dari Kemenpora, Etihad Airways, BNI, Disorda DKI, Bank Mandiri, Prodia, Jasindo, RSCM, Family Dentistry, Hearlife Hearing Care Center, dan FIK UNJ. Informasi tentang Special Olympics Indonesia dan perkembangan dari Kontingen Indonesia di Special Olympics World Summer Games 2019 bisa dilihat di situs web resmi SOIna, soina.id, laman Facebook Special Olympics Indonesia, akun Twitter @PPSOIna, dan Instagram @soindonesia.

Lainnya:

Senin, 14 Agustus 2017
SOIna Event: Family Training

Our Partner:

Special Olympics Indonesia

Gedung DNIKS , 3rd floor - Jl. Tanah Abang Timur, No. 15 - Jakarta Pusat 10110
Telp: +62 (21) 3800501 - Fax: +62 (21) 3846556

Webmail Facebook Twitter Hubungi Kami Kebijakan Privasi Syarat Penggunaan

© 2019 Special Olympics Indonesia