Home » Berita Pusat » Detil

Minggu, 17 Maret 2019

Falmah Raih Medali Pertama di World Games 2019

Sabtu, 16 Maret 2019 – Kontingen Special Olympics Indonesia, SOIna, merebut medali pertama di Special Olympics World Games 2018, dari cabang renang yang berlangsung di Hamdan Sports Complex, Dubai, Sabtu (16/3).

Falma Thifal Fikriah merebut medali perunggu di nomor 50 meter gaya bebas divisi F14 dengan catatan waktu 40,01 detik, tertinggal dari atlet SO Korea, Hee Jeong-park, yang finis di urutan pertama, dan Ji Yeon-ku, juga dari SO Korea, di tempat kedua.

Wakil Ketua Delegasi bidang teknis, Mustara Musa, yang mendampingi tim renang di Dubai menyambut baik hasil yang diraih Falma dan juga memberi sedikit catatan untuk perlombaan berikutnya.

“Semoga di nomor berikutnya start-nya tidak terlambat lagi. Anak ini punya potensi untuk bisa lebih baik lagi, walau responnya terlihat lambat,” ujarnya.

Masih berusia 16 tahun, Falmah memang masih terbilang muda jika dibandingkan dengan dua competitor dari Korea. Hee berusia 23 tahun, sementara Ji berusia 21 tahun. Jika renang kembali mendapat kuota untuk World Games empat tahun mendatang, Falmah masih bisa menjadi andalan.

Sayangnya, Refel Andre, yang turun di 50 meter gaya bebas divisi M15 kurang beruntung karena terkena diskualifikasi. Andre sebenarnya mencatat waktu tercepat 29,79 detik, tapi hal itu malah membuatnya dicoret dari lomba karena melanggar regulasi 15 persen maximum effort dari catatan waktu saat divisioning atau catatan waktu terbaik. Saat divisioning, Refel mencatat waktu 36,86 detik.

Di Abu Dhabi, Kontingen SOIna mulai menuai hasil yang lebih baik. Di cabang futsal, tim unified putra menang 4-2 atas tim Special Olympics Prancis dan memperbaiki rekor menjadi satu kali menang dan sekali kalah.

Setelah menelan dua kekalahan, masing-masing dari tuan rumah UEA dan Uganda, tim SOIna membalas kekalahan dari Uganda dengan skor 25-18, 28-26 di cabang voli unified. Pertandingan ini berjalan imbang dan seru, sehingga menarik banyak penonton.

Nomor unified memiliki keunikan tersendiri di World Games karena menyatukan atlet Special Olympics dan partner dalam satu tim. Untuk memastikan kompetisi yang adil dan setara, sederet regulasi pun dibuat, di antaranya atlet dan partner harus memiliki kemampuan yang serupa dan partner tidak boleh mendominasi permainan. Demi memastikan tim bermain dengan sportif, penilai khusus nomor unified akan mengawasi setiap pertandingan.

“Kompetisi unified ini sangat rumit. Ada regulasi kemampuan yang serupa. Di sini, unified partner lebih berperan sebagai penyeimbang. Mereka tidak boleh mendominasi permainan dan harus membantu atlet untuk membuat poin. Seorang partner dianggap mendominasi jika dia terus-menerus mencetak angka dalam permainan,” ujar pelatih kepala Dian Nasrul Islam.

Kata Dian lagi, dia sempat mendapat teguran saat pertandingan pertama divisioning. Tapi setelahnya, dia mulai bisa menerapkan strategi sehingga unified partner tidak mendominasi permainan.

Kontingen Special Olympics Indonesia mengirimkan 68 atlet, yang terdiri dari 54 atlet special Olympics dan 14 unified partner, ke Special Olympics World Summer Games di Abu Dhabi, yang akan berlangsung 14-21 Maret 2019. Gelaran tahun ini diikuti oleh 190 negara, 7.500 atlet, 3.000 atlet, dan sekitar 20.000 relawan.

Kontingen Special Olympics Indonesia, SOIna, mendapat dukungan dari Kemenpora, Etihad Airways, BNI, Disorda DKI, Bank Mandiri, Prodia, Jasindo, RSCM, Family Dentistry, Hearlife Hearing Care Center, dan FIK UNJ. Informasi tentang Special Olympics Indonesia dan perkembangan dari Kontingen Indonesia di Special Olympics World Summer Games 2019 bisa dilihat di situs web resmi SOIna, soina.id, laman Facebook Special Olympics Indonesia, akun Twitter @PPSOIna, dan Instagram @soindonesia.

Lainnya:

Senin, 14 Agustus 2017
SOIna Event: Family Training

Our Partner:

Special Olympics Indonesia

Gedung DNIKS , 3rd floor - Jl. Tanah Abang Timur, No. 15 - Jakarta Pusat 10110
Telp: +62 (21) 3800501 - Fax: +62 (21) 3846556

Webmail Facebook Twitter Hubungi Kami Kebijakan Privasi Syarat Penggunaan

© 2019 Special Olympics Indonesia